3 Cara Mengatur Uang Saku Anak Yang Efektif

Daftar isi [Tampil]

Salah satu rutinitas di pagi hari yang banyak dilakukan para orangtua dan tidak pernah terlupakan adalah menyediakan uang saku yang sering disebut juga sebagai uang jajan kepada putra-putri mereka. Bahkan hampir semua orang tua akan memiliki stok uang pecahan untuk diberikan pada anak mereka setiap pagi sebagai uang saku. Karena itu penting sekali bagi orang tua untuk mengetahui tentang cara mengatur uang saku anak karena ini merupakan sarana memberikan pendidikan pengelolaan keuangan kepada mereka.

Cara Mengatur Uang Saku Anak Yang Efektif

Bagaimana Cara Mengatur Uang Saku Anak

Memberikan uang saku kepada anak telah menjadi sebuah rutinitas umum yang dilakukan, tapi sebenarnya mempunyai makna edukasi kepada anak tentang bagaimana cara mengelola keuangan mereka. Bahkan pada sebagian anak telah ada yang mampu mengelola uang saku mereka sekaligus dalam seminggu, selanjutnya mereka sendiri yang mengaturnya setiap hari. Berikut ini beberapa cara mengatur uang saku anak yang efektif sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sesuai dengan tingkat pendidikan anak

Pada umumnya uang saku diberikan kepada anak ketika mereka berada pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar, karena biasanya anak usia TK tidak diperbolehkan untuk membawa uang saku. Tentu saja jumlah uang saku pada anak SD akan berbeda dengan anak SMP dan SMA. Semakin tinggi tingkat pendidikan anak, maka uang saku mereka juga akan semakin banyak sesuai dengan durasi waktu sekolah dan kebutuhan mereka.

Selain jam belajar mereka yang tidak sama, kemampuan anak usia SD dalam mengatur sendiri uang saku yang diberikan juga berbeda. Lain halnya pada anak SMP dan SMA yang secara umum telah mampu mengelola uang saku yang diberikan, bahkan selama 1 minggu sekaligus.

Jarak rumah ke sekolah

Sebagian besar anak SD bersekolah ditempat yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka, bahkan hampir semua anak SD tidak ada yang menggunakan sarana transportasi umum sehingga tidak perlu membayar ongkos perjalanan. Dengan begitu maka uang saku bagi anak SD tidak perlu banyak.

Lain halnya dengan siswa yang sudah berada pada tingkat SMP atau SMA yang biasanya lokasi sekolah berada jauh dari rumah mereka. Sehingga jika sekolah mereka terlalu jauh jika ditempuh dengan transportasi pribadi berupa sepeda maka tentu saja Anda butuh memberikan uang saku tambahan untuk membayar transportasi umum. Semakin jauh lokasi sekolah mereka, maka akan semakin besar juga uang transportasi yang harus dibayar.

Sesuaikan dengan kegiatan Ekstrakurikuler

Durasi jam sekolah serta jadwal maupun kegiatan ekstrakurikuler pada anak SD sudah pasti tidak akan sepadat siswa SMP dan SMA. Pada tingkat SMP dan SMA biasanya ada lebih banyak kegiatan ekstrakurikuler selain Pramuka, hal ini menjadikan mereka akan lebih lama berada di sekolah yang membuat mereka membutuhkan konsumsi tambahan. Bahkan bisa lebih padat lagi apabila anak masih mengikuti les atau bimbingan belajar di luar jadwal sekolah mereka.

Dalam memberikan uang saku juga harus disesuaikan dengan kemampuan serta tingkat tanggung jawab anak dalam mengatur keuangan. Ketika Anda menganggap anak telah mampu mengatur keuangan secara baik dan bertanggung jawab, maka perlu mencoba memberikan kepercayaan pada mereka dalam mengelola keuangan sendiri dengan memberikan uang saku sekali dalam seminggu. Memberikan saku sekaligus akan mendidik anak menjadi lebih dewasa dalam hal keuangan, disamping itu juga akan lebih memudahkan Anda sendiri. Nantinya ketika anak-anak telah berada di perguruan tinggi maka mereka telah mampu apabila menerima uang saku dalam satu bulan sekaligus.

Apabila ternyata uang saku mereka habis sebelum waktunya, maka Anda perlu untuk mengajak anak berdiskusi untuk mengetahui penyebabnya. Jangan langsung memarahi mereka, karena mungkin saja uang tersebut habis untuk kebutuhan seperti membeli bingkisan bagi temannya yang sakit, lapar atau haus setelah jadwal akademik yang lebih padat daripada biasanya. Apabila memang dalam waktu tertentu kegiatan mereka lebih padat maka Anda perlu memberikan uang saku lebih banyak daripada biasanya. Lebih baik lagi apabila anak memungkinkan untuk membawa bekal makanan serta minum dari rumah sehingga anak tetap bisa menabung.

Posting Komentar

0 Komentar